<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TechShare</title>
	<atom:link href="http://www.dwiprastya.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dwiprastya.com/blog</link>
	<description>Share about information technology</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Apr 2012 17:50:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>Oracle XE Users</title>
		<link>http://www.dwiprastya.com/blog/oracle-xe-users/</link>
		<comments>http://www.dwiprastya.com/blog/oracle-xe-users/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 17:43:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darkpluto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Database]]></category>
		<category><![CDATA[oracle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwiprastya.com/blog/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Post kali ini adalah berhubungan dengan bagaimana cara melakukan unlock terhadap user. Untuk urusan seperti ini saya rasa tidaklah susah untuk mendapatkan solusinya karena cukup gunakan google. Solusinya adalah SQL&#62; ALTER USER username ACCOUNT UNLOCK; kemudian jika kita ingin meng-lock user maka perintahnya adalah SQL&#62; ALTER USER username ACCOUNT LOCK; Dari 2 perintah diatas muncul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Post kali ini adalah berhubungan dengan bagaimana cara melakukan unlock terhadap user. Untuk urusan seperti ini saya rasa tidaklah susah untuk mendapatkan solusinya karena cukup gunakan google.</p>
<p>Solusinya adalah</p>
<p><em>SQL&gt; ALTER USER <strong>username </strong>ACCOUNT UNLOCK;</em></p>
<p>kemudian jika kita ingin meng-lock user maka perintahnya adalah</p>
<p><em>SQL&gt; ALTER USER <strong>username </strong>ACCOUNT LOCK;</em></p>
<p>Dari 2 perintah diatas muncul pertanyaan dalam benak saya, &#8220;bisa ngga ya saya mengetahui user apa aja yang ada di database saya?&#8221;</p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan tersebut, bisa digunakan perintah:</p>
<p><em>SQL&gt; SELECT * FROM all_users;</em></p>
<p>OR</p>
<p><em>SQL&gt; SELECT * FROM dba_users;</em></p>
<p>Satu lagi hal yang penting tentang user adalah bagaimana memberi password terhadap user. Pertanyaan tersebut muncul karena ketika saya selesai meng-install oracle xe 11g dan meng-unlock user hr, saya tidak bisa masuk dengan ke db karena saya tidak mengetahui passwordnya. Solusi masalah ini saya menggunakan perintah berikut:</p>
<p><em> SQL&gt; ALTER USER <strong>username </strong>IDENTIFIED BY <strong>new password</strong>;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwiprastya.com/blog/oracle-xe-users/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JQuery di Code Igniter</title>
		<link>http://www.dwiprastya.com/blog/jquery-di-code-igniter/</link>
		<comments>http://www.dwiprastya.com/blog/jquery-di-code-igniter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2012 18:11:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darkpluto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Java Script]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[code igniter]]></category>
		<category><![CDATA[jquery]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwiprastya.com/blog/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Postingan kali ini berhubungan dengan bagaimana cara menambahkan java script, css pada Code Igniter. Sebagai contoh adalah bagaimana menambahkan JQuery dan JQuery UI pada Code Igniter. Pertama yang harus dilakukan adalah memiliki Code Igniter. Selanjutnya adalah melakukan download terhadap JQuery. Setelah mendownload JQuery dan JQuery UI, langkah selanjutnya adalah membuat folder js untuk JQuery dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Postingan kali ini berhubungan dengan bagaimana cara menambahkan java script, css pada Code Igniter. Sebagai contoh adalah bagaimana menambahkan JQuery dan JQuery UI pada Code Igniter. Pertama yang harus dilakukan adalah memiliki <a href="http://codeigniter.com/" target="_blank">Code Igniter</a>. Selanjutnya adalah melakukan download terhadap <a href="http://jquery.com/" target="_blank">JQuery.</a> Setelah mendownload JQuery dan JQuery UI, langkah selanjutnya adalah membuat folder js untuk JQuery dan folder css untuk JQuery UI, 2 folder tersebut anda letakkan pada folder code igniter yang telah diekstrak. Jadi bentuk terakhir setelah 2 folder ditambahkan adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>code igniter</li>
<ul>
<li>application</li>
<li>css</li>
<li>js</li>
</ul>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwiprastya.com/blog/jquery-di-code-igniter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halaman .php tidak ditambilkan di browser</title>
		<link>http://www.dwiprastya.com/blog/halaman-php-tidak-ditambilkan-di-browser/</link>
		<comments>http://www.dwiprastya.com/blog/halaman-php-tidak-ditambilkan-di-browser/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 17:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darkpluto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[Apache2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwiprastya.com/blog/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini saya kebetulan ingin menginstal apache untuk menjalankan aplikasi web dalam hal ini php. Setelah saya melakukan perintah seperti berikut sudo apt-get install apache2 php5 libapache2-mod-php5 saya hendak melakukan tes terhadapa web server apache yang baru saya install. Pengetesan saya lakukan dengan membuat sebuah file bernama test.php dan meletakkannya di /var/www pada instalasi linux [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini saya kebetulan ingin menginstal apache untuk menjalankan aplikasi web dalam hal ini php. Setelah saya melakukan perintah seperti berikut</p>
<p><strong>sudo apt-get install apache2 php5 libapache2-mod-php5</strong></p>
<p>saya hendak melakukan tes terhadapa web server apache yang baru saya install. Pengetesan saya lakukan dengan membuat sebuah file bernama test.php dan meletakkannya di /var/www pada instalasi linux saya. Setelah itu menjalankannya dengan browser chrome. Saya heran kenapa setelah saya mengetikkan alamat seperti http://localhost/test.php halaman tidak ditampilkan di browser melainkan di download oleh si browser.  Bingung???? dan akhirnya saya temukan jawaban di <a href="http://pricklytech.wordpress.com/2011/04/02/ubuntu-server-apache-php-files-are-download-instead-of-opening-in-browser/" target="_blank">alamat ini</a></p>
<p>Solusinya adalah dengan mengedit file yang bernama php5.conf, selengkapnya seperti perintah dibawah ini</p>
<p><strong>sudo nano /etc/apache2/mods-available/php5.conf</strong></p>
<p>Pada file tersebut saya melakukan comment terhadap config sebagai berikut:<br />
<em><span style="color: #808080;"># To re-enable php in user directories comment the following lines<br />
# (from &lt;IfModule &#8230;&gt; to &lt;/IfModule&gt;.) Do NOT set it to On as it<br />
# prevents .htaccess files from disabling it.<br />
#    &lt;IfModule mod_userdir.c&gt;<br />
#        &lt;Directory /home/*/public_html&gt;<br />
#            php_admin_value engine Off<br />
#        &lt;/Directory&gt;<br />
#    &lt;/IfModule&gt;<br />
#&lt;/IfModule&gt;</span></em><br />
Setelah melakukan penyimpanan terhadap file php5.conf, jangan lupa melakukan restart terhadap service apache dengan cara</p>
<p><strong>sudo /etc/init.d/apache2 restart</strong></p>
<p>Setelah itu saya buka kembali browser chrome dan menuliskan alamat http://localhost/test.php<br />
Hasilnya adalah halaman tersebut tidak lagi di download tetapi di tampilkan di browser.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwiprastya.com/blog/halaman-php-tidak-ditambilkan-di-browser/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VirtualBox Networking</title>
		<link>http://www.dwiprastya.com/blog/virtualbox-networking/</link>
		<comments>http://www.dwiprastya.com/blog/virtualbox-networking/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2012 03:12:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darkpluto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[VirtualBox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwiprastya.com/blog/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[VirtualBox adalah salah satu software virtual OS(Operating System) dari Oracle. Ketika saya membuat Virtual OS dan saya membutuhkan komunikasi antara virtual OS dan OS Utama maka saya membutuhkan sedikit pengetahuan tentang tipe networking yang ada di VirtualBox ini. Ada banyak resource yang bisa menjelaskan hal tersebut, tetapi disini saya catat ulang untuk keperluan pribadi. Tipe Networking [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>VirtualBox adalah salah satu software virtual OS(Operating System) dari Oracle. Ketika saya membuat Virtual OS dan saya membutuhkan komunikasi antara virtual OS dan OS Utama maka saya membutuhkan sedikit pengetahuan tentang tipe networking yang ada di VirtualBox ini. Ada banyak resource yang bisa menjelaskan hal tersebut, tetapi disini saya catat ulang untuk keperluan pribadi.</p>
<p>Tipe Networking di VirtualBox:</p>
<ul>
<li>Not Attached</li>
<li>NAT</li>
<li>Bridged Network</li>
<li>Internal Network</li>
<li>Host Only Adapter</li>
</ul>
<p><span id="more-264"></span>Selanjutnya saya bahas satu persatu tipe networking diatas kecuali tipe <strong>Not Attached</strong> karena tipe ini digunakan jika tidak menginginkan adanya komunikasi antara OS Virtual dengan OS Utama.</p>
<p><strong>NAT</strong></p>
<p>Tipe networking ini termasuk tipe networking dengan komunikasi satu arah yaitu antara OS Virtual dengan OS Utama. Komunikasi tidak dapat terjadi jika menginginkan komunikasi antara OS Utama dengan OS Virtual. Tipe networking ini adalah tipe utama(default) saat kita membuat OS Virtual.</p>
<p><strong>Bridged Network</strong></p>
<p>Tipe networking ini melakukan komunikasi 2 arah baik antara OS Virtual dengan OS Utama ataupun sebaliknya. Tipe ini menyebabkan OS Virtual memiliki segment IP yang sama dengan segment IP OS Utama.</p>
<p><strong>Internal Network</strong></p>
<p>Tipe ini hanya mengijinkan komunikasi antar OS Virtual dan tidak mengijinkan komunikasi antara OS Virtual dengan OS Utama.</p>
<p><strong>Host-Only Adapter</strong></p>
<p>Tipe ini akan membuat OS Virtual hanya bisa diakses oleh OS Utama dan OS Virtual yang menggunakan tipe yang sama (Host-Only). Tipe ini akan menghasilkan sebuah interface vboxnet0 yang dapat dimanfaatkan untuk membuat network(jaringan) ekperimen tanpa mengganggu jaringan nyata yang sudah ada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwiprastya.com/blog/virtualbox-networking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Export Import Repository SVN</title>
		<link>http://www.dwiprastya.com/blog/export-import-repository-svn/</link>
		<comments>http://www.dwiprastya.com/blog/export-import-repository-svn/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 07:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darkpluto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tools]]></category>
		<category><![CDATA[Subversion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwiprastya.com/blog/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Menggunakan SVN sebagai pusat source code mengharuskan saya untuk melakukan backup terhadap repository yang ada pada SVN. Hal ini dilakukan apabila suatu waktu terjadi crash terhadap server SVN ataupun memindahkan lokasi SVN dari satu server ke server yang lain. Untuk melakukan backup (export) repository pada SVN, bisa digunakan perintah svnadmin dump. Contohnya adalah seperti berikut: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menggunakan SVN sebagai pusat source code mengharuskan saya untuk melakukan backup terhadap repository yang ada pada SVN. Hal ini dilakukan apabila suatu waktu terjadi crash terhadap server SVN ataupun memindahkan lokasi SVN dari satu server ke server yang lain. Untuk melakukan backup (export) repository pada SVN, bisa digunakan perintah<strong> svnadmin dump</strong>. Contohnya adalah seperti berikut:<br />
<em>c:\Program Files\Subversion\bin\svnadmin dump c:\repositories\mpmbobal &gt; c:\mpmbobal.dump </em></p>
<p>dengan:</p>
<ul>
<li><strong>c:\repositories\mpmbobal</strong> adalah lokasi repository pada server</li>
<li><strong>c:\mpmbobal.dump</strong> adalah file backupan dari c:\repositories\mpmbobal</li>
</ul>
<p>Sedangkan untuk import perintah yang digunakan adalah <strong>svnadmin load</strong>. Contohnya adalah seperti berikut:</p>
<p><em>c:\Program Files\Subversion\bin\svnadmin load c:\repositories\mpmbobal &lt; c:\mpmbobal.dump </em></p>
<p><strong></strong>Saat hendak melakukan perintah svnadmin load sebelumnya kita harus membuat repository kosong tanpa default structure (trunk, branches, tags). Karena jika membuat repository dengan default structure dan melakukan perintah svnadmin load akan menyebabkan error. Informasi lebih jelas silahkan ke situs <a href="http://www.visualsvn.com/support/topic/00010/" target="_blank">visualsvn</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwiprastya.com/blog/export-import-repository-svn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How to connect to MySQL using SQL Developer</title>
		<link>http://www.dwiprastya.com/blog/how-to-connect-to-mysql-using-sql-developer/</link>
		<comments>http://www.dwiprastya.com/blog/how-to-connect-to-mysql-using-sql-developer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 23:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darkpluto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Database]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>
		<category><![CDATA[tools]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwiprastya.com/blog/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[SQL Developer adalah salah satu database tools berbasis GUI yang berfungsi untuk melakukan administrasi database khususnya oracle. Selain untuk database oracle, ternyata SQL Developer dapat digunakan untuk database lain seperti MySQL. Lalu bagaimana cara mengkonfigurasikan SQL Developer supaya bisa melakukan koneksi ke database MySQL adalah dengan mendownload MySQL Connector/J. Setelah selesai mendownload extract MySQL Connector [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SQL Developer adalah salah satu database tools berbasis GUI yang berfungsi untuk melakukan administrasi database khususnya oracle. Selain untuk database oracle, ternyata SQL Developer dapat digunakan untuk database lain seperti MySQL. Lalu bagaimana cara mengkonfigurasikan SQL Developer supaya bisa melakukan koneksi ke database MySQL adalah dengan mendownload <a target="_blank" href="http://www.mysql.com/downloads/connector/j/">MySQL Connector/J</a>. Setelah selesai mendownload extract MySQL Connector dan letakkan di folder lib pada SQL Developer installation folder. Kemudian jalankan SQL Developer, pada menu, pilih <b>Tools -> Preferences</b>. Pada window preferences, pilih menu <b>Database</b> pada tree di sebelah kiri window, kemudian pilih <b>Third Party JDBC Drivers</b>, kemudian tambahkan <b>MySQL Connector/J yang diletakkan pada folder lib</b> tadi. Hasil konfigurasi adalah seperti gambar berikut <br/><a href="http://i39.tinypic.com/n6dlyr.jpg" target="_blank"><img src="http://i39.tinypic.com/n6dlyr.png" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"></a>Untuk lebih jelas silahkan ke <a target="_blank" href="http://www.techrepublic.com/blog/programming-and-development/configuring-sql-developer-for-mysql/564">tempat ini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwiprastya.com/blog/how-to-connect-to-mysql-using-sql-developer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merry Christmas and Happy New Year 2012 dengan Code Igniter</title>
		<link>http://www.dwiprastya.com/blog/merry-christmas-and-happy-new-year-2012-dengan-code-igniter/</link>
		<comments>http://www.dwiprastya.com/blog/merry-christmas-and-happy-new-year-2012-dengan-code-igniter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 14:25:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darkpluto</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[code igniter]]></category>
		<category><![CDATA[framework]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwiprastya.com/blog/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Catatan hari ini adalah bagaimana membuat aplikasi PHP dengan memanfaatkan framework Code Igniter. Aplikasi ini adalah aplikasi sederhana yang akan memperkenalkan tentang konsep MVC di Code Igniter, tetapi tanpa Model(M). Jadi yang akan dibahas adalah tentang View(V) dan Controller(C). Pertama-tama saya akan membuat View(V) untuk aplikasinya dengan nama greeting.php &#60;div&#62; Merry Christmas and Happy New [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan hari ini adalah bagaimana membuat aplikasi PHP dengan memanfaatkan framework Code Igniter. Aplikasi ini adalah aplikasi sederhana yang akan memperkenalkan tentang konsep MVC di Code Igniter, tetapi tanpa Model(M). Jadi yang akan dibahas adalah tentang View(V) dan Controller(C).</p>
<p>Pertama-tama saya akan  membuat View(V) untuk aplikasinya dengan nama greeting.php</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="html" style="font-family:monospace;">&lt;div&gt;
   Merry Christmas and Happy New Year 2012
&lt;/div&gt;</pre></div></div>

<p><span id="more-226"></span><br />
aturan dari framework code igniter adalah meletakkan file greeting.php pada path <b>application/views/</b>.<br />
Selanjutnya adalah membuat bagian header dan footer untuk view diatas. Untuk header saya beri nama header.php dan untuk footer bernama footer.php dan saya letakkan pada folder templates. Jadi letak 2 files tersebut adalah pada path <b>application/views/ templates</b>.<br />
<br/><br />
<b>header.php</b></p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="php" style="font-family:monospace;">&lt;html&gt;
&lt;head&gt;
	&lt;title&gt;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">echo</span> <span style="color: #000088;">$title</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>&lt;/title&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;
	&lt;h1&gt;CodeIgniter Tutorial&lt;/h1&gt;</pre></div></div>

<p><b>footer.php</b></p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="html" style="font-family:monospace;">&lt;strong&gt;&amp;copy; 2011&lt;/strong&gt;	
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;</pre></div></div>

<p>Setelah membuat View(V), langkah selanjutnya adalah membuat Controller(V) dengan nama welcome.php</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="php" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span>
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">class</span> Welcome <span style="color: #000000; font-weight: bold;">extends</span> CI_Controller <span style="color: #009900;">&#123;</span>
&nbsp;
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">public</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">function</span> view<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$page</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #0000ff;">'greeting'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>
	<span style="color: #009900;">&#123;</span>
&nbsp;
		<span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span> <span style="color: #339933;">!</span> <span style="color: #990000;">file_exists</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">'application/views/'</span><span style="color: #339933;">.</span><span style="color: #000088;">$page</span><span style="color: #339933;">.</span><span style="color: #0000ff;">'.php'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span>
		<span style="color: #009900;">&#123;</span>
			<span style="color: #666666; font-style: italic;">// Whoops, we don't have a page for that!</span>
			show_404<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span>
		<span style="color: #009900;">&#125;</span>
&nbsp;
		<span style="color: #000088;">$data</span><span style="color: #009900;">&#91;</span><span style="color: #0000ff;">'title'</span><span style="color: #009900;">&#93;</span> <span style="color: #339933;">=</span> <span style="color: #990000;">ucfirst</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$page</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #666666; font-style: italic;">// Capitalize the first letter</span>
&nbsp;
		<span style="color: #000088;">$this</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">load</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">view</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">'templates/header'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$data</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span>
		<span style="color: #000088;">$this</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">load</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">view</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$page</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$data</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span>
		<span style="color: #000088;">$this</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">load</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">view</span><span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">'templates/footer'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$data</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span>
&nbsp;
	<span style="color: #009900;">&#125;</span>
<span style="color: #009900;">&#125;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span></pre></div></div>

<p>Sampai disini selesai sudah aplikasi sederhana dengan Code Igniter ini dan selanjutnya adalah menjalankannya pada browser dengan mengetikkan  http://localhost/ci210/index.php/welcome/view  atau http://localhost/ci210/index.php/welcome/view/greeting.php</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwiprastya.com/blog/merry-christmas-and-happy-new-year-2012-dengan-code-igniter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ubuntu Unity Desktop Environment Problem in VirtualBox</title>
		<link>http://www.dwiprastya.com/blog/ubuntu-unity-desktop-environment-problem-in-virtualbox/</link>
		<comments>http://www.dwiprastya.com/blog/ubuntu-unity-desktop-environment-problem-in-virtualbox/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 17:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darkpluto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[VirtualBox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwiprastya.com/blog/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Dini hari, setelah selesai menginstall ubuntu natty di virtualbox 4.x mendapat masalah dengan unity desktop environmentnya. VirtualBox menyatakan bahwa hardware komputer saya tidak support untuk menjalankan unity dan mau tidak mau dipaksa menggunakan ubuntu desktop classic. Hati tidak senang melihat hal ini, dan menyebabkan tidur saya tertunda lagi Saya browsing untuk menemukan jawabannya dan saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dini hari, setelah selesai menginstall ubuntu natty di virtualbox 4.x mendapat masalah dengan unity desktop environmentnya. VirtualBox menyatakan bahwa hardware komputer saya tidak support untuk menjalankan unity dan mau tidak mau dipaksa menggunakan ubuntu desktop classic. </p>
<p>Hati tidak senang melihat hal ini, dan menyebabkan tidur saya tertunda lagi <img src='http://www.dwiprastya.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Saya browsing untuk menemukan jawabannya dan saya menemukan <a href="http://www.ubuntugeek.com/running-ubuntu-11-04-natty-unity-3d-on-virtualbox-4-x.html" target="_blank">situs </a>yang membantu saya memecahkan masalah ini. Setelah menjalankan beberapa petunjuk yang disarankan, akhirnya ubuntu natty saya bisa menjalankan unity di VirtualBox.</p>
<p>Solusi: </p>
<ol>
<li>Pastikan settingan hardware menyalakan option <b>&#8220;Enable 3D Acceleration&#8221;</b>, bisa di cari di Setting &#8211; Display</li>
<li> <b>Installguest additions</b> melalui menu Devices di VirtualBox</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwiprastya.com/blog/ubuntu-unity-desktop-environment-problem-in-virtualbox/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengakses shared folder virtualbox</title>
		<link>http://www.dwiprastya.com/blog/mengakses-shared-folder-virtualbox/</link>
		<comments>http://www.dwiprastya.com/blog/mengakses-shared-folder-virtualbox/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 17:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darkpluto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[VirtualBox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwiprastya.com/blog/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Ketika bermain-main dengan virtualbox, saya berkeinginan untuk mengambil beberapa file yang ada di direktori penyimpanan di Host saya. Solusi saya adalah membuat satu folder yang akan disetting di shared folder virtualbox, solusi ini berjalan lancar di Windows Guest, akan tetapi tidak demikian di Linux Guest, dalam hal ini Distro Linux yang saya pakai adalah Ubuntu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika bermain-main dengan virtualbox, saya berkeinginan untuk mengambil beberapa file yang ada di direktori penyimpanan di Host saya. Solusi saya adalah membuat satu folder yang akan disetting di shared folder virtualbox, solusi ini berjalan lancar di Windows Guest, akan tetapi tidak demikian di Linux Guest, dalam hal ini Distro Linux yang saya pakai adalah Ubuntu. Apabila kita memasang opsi auto mount di settingan shared folder, folder ini hanya bisa diakses oleh user root dan letaknya di direktori /media/sf_(nama_windows_sharing). Hal ini membuat saya harus menggunakan perintah sudo untuk membaca dan mengeksekusi file-file tersebut.</p>
<p>Saya pun bertanya-tanya dalam hati selama beberapa hari, apakah bisa kita memasang shared folder dimana yang bisa membaca shared folder itu tidak hanya user root, user biasa seperti login saya seharusnya juga bisa tanpa perintah sudo. Iseng-iseng ber-experiment, opsi auto mount tidak saya centang pada settingan shared folder. Kemudian, setelah saya masuk ke system guest, saya mengecek apakah shared folder saya sudah dikenali oleh guest system saya. Pengecekannya tentu saja dengan melakukan perintah <strong>ls</strong> ke folder /media. Setelah memastikan bahwa shared folder saya dikenali. Saya bermaksud untuk melakukan manual mount shared folder tersebut ke folder tertentu yang saya buat. Akan tetapi saya tidak hafal perintah untuk melakukan mount tersebut. Akhirnya saya pun berselancar ria dengan Google&#8230;.<span id="more-201"></span></p>
<p>Beberapa saat berselancar, saya menemukan bagaimana cara menggunakan perintah mount yang saya inginkan tadi. Caranya adalah:</p>
<p>		<strong>sudo mount -t vboxsf Shared /media/windows</strong><em></p>
<p>dengan<br />
  Shared = nama folder di host system yang di sharing.<br />
  /media/windows = lokasi mouting folder yang disharing.</p>
<p>Lalu bagaimana ketika system di shutdown dan di nyalakan kembali??? apakah harus dilakukan mount lagi?<br />
Jawabannya adalah Iya.<br />
Untuk menghindari mounting secara berulang-ulang setiap system diboot ulang, yang harus dilakukan adalah menambahkan perintah mount diatas ke dalam file rc.local yang ada di direktori /etc/init.d/.  Lebih lengkapnya ada di postingan <a href="http://www.ubuntugeek.com/how-to-access-windows-host-shared-folders-from-ubuntu-guest-in-virtualbox.html" target="_blank">How to access windows host shared folders from ubuntu guest in Virtualbox<br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwiprastya.com/blog/mengakses-shared-folder-virtualbox/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gagal menjalankan Android Virtual Device (AVD)</title>
		<link>http://www.dwiprastya.com/blog/gagal-menjalankan-android-virtual-device-avd/</link>
		<comments>http://www.dwiprastya.com/blog/gagal-menjalankan-android-virtual-device-avd/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 15:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darkpluto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Android]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dwiprastya.com/blog/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Setelah selesai menginstall android sdk, saya mencoba untuk membuat android virtual device dan menjalankannya. Akan tetapi saya mendapati error seperti berikut invalid command-line parameter: - Hint: use &#8216;@foo&#8217; to launch a virtual device named &#8216;foo&#8217;. please use -help for more information Koq aneh??? langsung saja saya googling dan menemukan artikel di site ini. Di site [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah selesai menginstall <a href="http://developer.android.com/sdk/index.html">android sdk</a>, saya mencoba untuk membuat android virtual device dan menjalankannya. Akan tetapi saya mendapati error seperti berikut</p>
<blockquote><p> <em>invalid command-line parameter: -<br />
    Hint: use &#8216;@foo&#8217; to launch a virtual device named &#8216;foo&#8217;.<br />
    please use -help for more information</em></p></blockquote>
<p>Koq aneh??? langsung saja saya googling dan menemukan artikel di <a href="http://stackoverflow.com/questions/6638713/android-emulator-is-not-starting-showing-invalid-command-line-parameter">site</a> ini. Di site tersebut dikatakan bahwa ketika kita menginstall sdk di c:\program files atau c:\program files(x86), maka perintah default start dari &#8220;android sdk dan avd manager&#8221; tidak dapat menemukan lokasi instalasi sdk android. Solusinya adalah dengan menambahkan link, yang caranya adalah dengan mengetikkan perintah berikut di command prompt </p>
<p>> <strong>MKLINK /J C:\Android &#8220;C:\Program Files (x86)\Android\android-sdk-windows\&#8221;</strong></p>
<p>Setelah mengetikkan perintah tersebut diatas, saya menjalankan sdk manager yang berasal dari c:\android dan menjalankan AVD yang telah saya buat sebelumnya dan berhasil berjalan tanpa masalah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dwiprastya.com/blog/gagal-menjalankan-android-virtual-device-avd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

