Skip to content

TechShare

Share about information technology

Post kali ini adalah berhubungan dengan bagaimana cara melakukan unlock terhadap user. Untuk urusan seperti ini saya rasa tidaklah susah untuk mendapatkan solusinya karena cukup gunakan google.

Solusinya adalah

SQL> ALTER USER username ACCOUNT UNLOCK;

kemudian jika kita ingin meng-lock user maka perintahnya adalah

SQL> ALTER USER username ACCOUNT LOCK;

Dari 2 perintah diatas muncul pertanyaan dalam benak saya, “bisa ngga ya saya mengetahui user apa aja yang ada di database saya?”

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, bisa digunakan perintah:

SQL> SELECT * FROM all_users;

OR

SQL> SELECT * FROM dba_users;

Satu lagi hal yang penting tentang user adalah bagaimana memberi password terhadap user. Pertanyaan tersebut muncul karena ketika saya selesai meng-install oracle xe 11g dan meng-unlock user hr, saya tidak bisa masuk dengan ke db karena saya tidak mengetahui passwordnya. Solusi masalah ini saya menggunakan perintah berikut:

SQL> ALTER USER username IDENTIFIED BY new password;

Postingan kali ini berhubungan dengan bagaimana cara menambahkan java script, css pada Code Igniter. Sebagai contoh adalah bagaimana menambahkan JQuery dan JQuery UI pada Code Igniter. Pertama yang harus dilakukan adalah memiliki Code Igniter. Selanjutnya adalah melakukan download terhadap JQuery. Setelah mendownload JQuery dan JQuery UI, langkah selanjutnya adalah membuat folder js untuk JQuery dan folder css untuk JQuery UI, 2 folder tersebut anda letakkan pada folder code igniter yang telah diekstrak. Jadi bentuk terakhir setelah 2 folder ditambahkan adalah sebagai berikut:

  • code igniter
    • application
    • css
    • js

Pagi ini saya kebetulan ingin menginstal apache untuk menjalankan aplikasi web dalam hal ini php. Setelah saya melakukan perintah seperti berikut

sudo apt-get install apache2 php5 libapache2-mod-php5

saya hendak melakukan tes terhadapa web server apache yang baru saya install. Pengetesan saya lakukan dengan membuat sebuah file bernama test.php dan meletakkannya di /var/www pada instalasi linux saya. Setelah itu menjalankannya dengan browser chrome. Saya heran kenapa setelah saya mengetikkan alamat seperti http://localhost/test.php halaman tidak ditampilkan di browser melainkan di download oleh si browser.  Bingung???? dan akhirnya saya temukan jawaban di alamat ini

Solusinya adalah dengan mengedit file yang bernama php5.conf, selengkapnya seperti perintah dibawah ini

sudo nano /etc/apache2/mods-available/php5.conf

Pada file tersebut saya melakukan comment terhadap config sebagai berikut:
# To re-enable php in user directories comment the following lines
# (from <IfModule …> to </IfModule>.) Do NOT set it to On as it
# prevents .htaccess files from disabling it.
#    <IfModule mod_userdir.c>
#        <Directory /home/*/public_html>
#            php_admin_value engine Off
#        </Directory>
#    </IfModule>
#</IfModule>

Setelah melakukan penyimpanan terhadap file php5.conf, jangan lupa melakukan restart terhadap service apache dengan cara

sudo /etc/init.d/apache2 restart

Setelah itu saya buka kembali browser chrome dan menuliskan alamat http://localhost/test.php
Hasilnya adalah halaman tersebut tidak lagi di download tetapi di tampilkan di browser.

VirtualBox adalah salah satu software virtual OS(Operating System) dari Oracle. Ketika saya membuat Virtual OS dan saya membutuhkan komunikasi antara virtual OS dan OS Utama maka saya membutuhkan sedikit pengetahuan tentang tipe networking yang ada di VirtualBox ini. Ada banyak resource yang bisa menjelaskan hal tersebut, tetapi disini saya catat ulang untuk keperluan pribadi.

Tipe Networking di VirtualBox:

  • Not Attached
  • NAT
  • Bridged Network
  • Internal Network
  • Host Only Adapter

continue reading…

Menggunakan SVN sebagai pusat source code mengharuskan saya untuk melakukan backup terhadap repository yang ada pada SVN. Hal ini dilakukan apabila suatu waktu terjadi crash terhadap server SVN ataupun memindahkan lokasi SVN dari satu server ke server yang lain. Untuk melakukan backup (export) repository pada SVN, bisa digunakan perintah svnadmin dump. Contohnya adalah seperti berikut:
c:\Program Files\Subversion\bin\svnadmin dump c:\repositories\mpmbobal > c:\mpmbobal.dump

dengan:

  • c:\repositories\mpmbobal adalah lokasi repository pada server
  • c:\mpmbobal.dump adalah file backupan dari c:\repositories\mpmbobal

Sedangkan untuk import perintah yang digunakan adalah svnadmin load. Contohnya adalah seperti berikut:

c:\Program Files\Subversion\bin\svnadmin load c:\repositories\mpmbobal < c:\mpmbobal.dump

Saat hendak melakukan perintah svnadmin load sebelumnya kita harus membuat repository kosong tanpa default structure (trunk, branches, tags). Karena jika membuat repository dengan default structure dan melakukan perintah svnadmin load akan menyebabkan error. Informasi lebih jelas silahkan ke situs visualsvn

SQL Developer adalah salah satu database tools berbasis GUI yang berfungsi untuk melakukan administrasi database khususnya oracle. Selain untuk database oracle, ternyata SQL Developer dapat digunakan untuk database lain seperti MySQL. Lalu bagaimana cara mengkonfigurasikan SQL Developer supaya bisa melakukan koneksi ke database MySQL adalah dengan mendownload MySQL Connector/J. Setelah selesai mendownload extract MySQL Connector dan letakkan di folder lib pada SQL Developer installation folder. Kemudian jalankan SQL Developer, pada menu, pilih Tools -> Preferences. Pada window preferences, pilih menu Database pada tree di sebelah kiri window, kemudian pilih Third Party JDBC Drivers, kemudian tambahkan MySQL Connector/J yang diletakkan pada folder lib tadi. Hasil konfigurasi adalah seperti gambar berikut
Image and video hosting by TinyPicUntuk lebih jelas silahkan ke tempat ini

Catatan hari ini adalah bagaimana membuat aplikasi PHP dengan memanfaatkan framework Code Igniter. Aplikasi ini adalah aplikasi sederhana yang akan memperkenalkan tentang konsep MVC di Code Igniter, tetapi tanpa Model(M). Jadi yang akan dibahas adalah tentang View(V) dan Controller(C).

Pertama-tama saya akan membuat View(V) untuk aplikasinya dengan nama greeting.php

<div>
   Merry Christmas and Happy New Year 2012
</div>

continue reading…

Dini hari, setelah selesai menginstall ubuntu natty di virtualbox 4.x mendapat masalah dengan unity desktop environmentnya. VirtualBox menyatakan bahwa hardware komputer saya tidak support untuk menjalankan unity dan mau tidak mau dipaksa menggunakan ubuntu desktop classic.

Hati tidak senang melihat hal ini, dan menyebabkan tidur saya tertunda lagi :D Saya browsing untuk menemukan jawabannya dan saya menemukan situs yang membantu saya memecahkan masalah ini. Setelah menjalankan beberapa petunjuk yang disarankan, akhirnya ubuntu natty saya bisa menjalankan unity di VirtualBox.

Solusi:

  1. Pastikan settingan hardware menyalakan option “Enable 3D Acceleration”, bisa di cari di Setting – Display
  2. Installguest additions melalui menu Devices di VirtualBox

Ketika bermain-main dengan virtualbox, saya berkeinginan untuk mengambil beberapa file yang ada di direktori penyimpanan di Host saya. Solusi saya adalah membuat satu folder yang akan disetting di shared folder virtualbox, solusi ini berjalan lancar di Windows Guest, akan tetapi tidak demikian di Linux Guest, dalam hal ini Distro Linux yang saya pakai adalah Ubuntu. Apabila kita memasang opsi auto mount di settingan shared folder, folder ini hanya bisa diakses oleh user root dan letaknya di direktori /media/sf_(nama_windows_sharing). Hal ini membuat saya harus menggunakan perintah sudo untuk membaca dan mengeksekusi file-file tersebut.

Saya pun bertanya-tanya dalam hati selama beberapa hari, apakah bisa kita memasang shared folder dimana yang bisa membaca shared folder itu tidak hanya user root, user biasa seperti login saya seharusnya juga bisa tanpa perintah sudo. Iseng-iseng ber-experiment, opsi auto mount tidak saya centang pada settingan shared folder. Kemudian, setelah saya masuk ke system guest, saya mengecek apakah shared folder saya sudah dikenali oleh guest system saya. Pengecekannya tentu saja dengan melakukan perintah ls ke folder /media. Setelah memastikan bahwa shared folder saya dikenali. Saya bermaksud untuk melakukan manual mount shared folder tersebut ke folder tertentu yang saya buat. Akan tetapi saya tidak hafal perintah untuk melakukan mount tersebut. Akhirnya saya pun berselancar ria dengan Google…. continue reading…

Setelah selesai menginstall android sdk, saya mencoba untuk membuat android virtual device dan menjalankannya. Akan tetapi saya mendapati error seperti berikut

invalid command-line parameter: -
Hint: use ‘@foo’ to launch a virtual device named ‘foo’.
please use -help for more information

Koq aneh??? langsung saja saya googling dan menemukan artikel di site ini. Di site tersebut dikatakan bahwa ketika kita menginstall sdk di c:\program files atau c:\program files(x86), maka perintah default start dari “android sdk dan avd manager” tidak dapat menemukan lokasi instalasi sdk android. Solusinya adalah dengan menambahkan link, yang caranya adalah dengan mengetikkan perintah berikut di command prompt

> MKLINK /J C:\Android “C:\Program Files (x86)\Android\android-sdk-windows\”

Setelah mengetikkan perintah tersebut diatas, saya menjalankan sdk manager yang berasal dari c:\android dan menjalankan AVD yang telah saya buat sebelumnya dan berhasil berjalan tanpa masalah.